Waketum DPP APSI: Advokat, Learning by Doing

WAKETUM DPP-minJakarta (Ahad,7/5). Banyak orang takut berprofesi menjadi Advokat, karena harus menguasai segudang ilmu hukum lebih dahulu. Ternyata pandangan tersebut keliru, karena Advokat itu Learning by Doing. Demikian disampaikan oleh Wakil Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat Asosiasi Pengacara Syariah Indonesia (DPP APSI), Thalis Noor Cahyadi, SHI, SH, MA, MH, dalam kegiatan Diklat Profesi Advokat (PPPA) di Kampus Fakultas Syariah dan Hukum UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.

Menurut Thalis, Advokat yang pandai, Advokat yang hebat adalah Advokat yang banyak menangani kasus atau perkara, apapun jenis kasus atau perkara itu, baik perkara yang ada uangnya ataupun perkara yang tidak ada uangnya, karena menangani perkara/kasus adalah proses belajar, dengan banyak menangani kasus, maka seorang Advokat mau tidak mau, suka tidak suka dia harus belajar, dia harus membuka buku-buku teori hukum, dia harus membaca peraturan perundang-undangan, dan dia tidak segan bertanya kepada orang lain, bisa kawannya, bisa seniornya atau bisa kepada dosennya. Disinilah dikatakan bahwa Advokat itu Learning by Doing, Belajar sambil mengerjakan.MATERI

Oleh karenya menurut Alumni UIN Suka Yogyakarta ini, jangan pernah takut berprofesi Advokat, dan jangan pernah pilih-pilih kasus untuk belajar, terlebih ia advokat muda, ikuti program bantuan hukum, APSI punya Pusat Mediasi dan Bantuan Hukum (Pusmedbakum) dan Posbakum di PA-PA di seluruh Indonesia, maka manfaatkan kesempatan itu belajar.

“ Dalam rangka itulah Kurikulum Pendidikan Profesi Advokat (PPPA) APSI dikemas tidak lagi mengajarkan teori yang telah diajarkan di bangku kuliah S-1 seperti Hukum Acara, tetapi PPPA mengajarkan bagaimana teknik-teknik menangani perkara disemua jenis perkara, baik litigasi maupun non litigasi, termasuk bidang-bidang khusus yang tidak diajarkan oleh Organisasi Advokat lain” Ujar Wakil Ketua Umum bidang Pendidikan ini.

About admin